TfY7TSdpTpClTpW5Gpr8Gfr9

Gubernur Jambi & Bupati Tebo Tutup Matakah, Jalan Mangun Jayo Seberang Berlumpur Bak Kubangan Kerbau

Ilustrasi/teboonline.id.

TEBOONLINE.ID – Kondisi jalan di kawasan Dusun Penampuian, Desa Mangun Jayo Seberang, Kabupaten Tebo, memperihatinkan. Berdasarkan dokumentasi foto yang diterima redaksi dari masyarakat setempat, badan jalan tampak berlumpur seperti kubanban Kerbau dan licin hingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.

Kondisi tersebut menjadi keluhan masyarakat lantaran jalan ini disebut sebagai salah satu akses penghubung antara Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo. Selain menjadi jalur mobilitas warga, jalan tersebut juga berperan penting dalam menunjang perputaran ekonomi masyarakat serta akses anak-anak menuju sekolah.

Miswanto, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mangun Jayo, berharap Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tebo memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

“Harapan saya ada perhatian pemerintah kabupaten dan Provinsi Jambi untuk jalan yang menghubungkan Tebo–Bungo,” ujar Miswanto.

Menurutnya, masyarakat juga berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus pada ruas jalan Padang Lamo dan jalan di kawasan Rimbo Bujang. Warga Mangun Jayo Seberang menginginkan perhatian yang seimbang terhadap akses jalan yang mereka gunakan setiap hari.

Masyarakat menilai kondisi jalan tersebut sudah cukup lama menyulitkan aktivitas warga. Ketika hujan turun, jalan menjadi berlumpur dan licin sehingga perjalanan semakin sulit, baik bagi kendaraan pribadi maupun masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Tebo Agus Rubiyanto tidak menutup mata terhadap kesulitan yang mereka alami.

Para anggota DPRD Provinsi Jambi dan DPRD Kabupaten Tebo juga diharapkan mendengar serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Mangun Jayo Seberang, khususnya terkait kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan.

Warga meminta pemerintah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya, sekaligus memastikan status resmi ruas jalan, instansi yang bertanggung jawab, serta rencana penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

Perlu diketahui, status resmi jalan tersebut, riwayat penanganan, dan rencana anggaran perbaikannya masih perlu dikonfirmasi melalui instansi terkait. Demikian pula, perbandingan prioritas pembangunan dengan ruas Padang Lamo dan jalan di Rimbo Bujang perlu didukung data resmi pemerintah.

Bagi masyarakat Mangun Jayo Seberang, jalan yang layak bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kebutuhan mendasar untuk mendukung perekonomian, pendidikan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Warga berharap keluhan yang selama ini mereka rasakan tidak berhenti sebagai aspirasi semata. Mereka menantikan langkah nyata pemerintah, koordinasi lintas kewenangan, serta keterbukaan informasi mengenai rencana perbaikan jalan tersebut.

Kini, masyarakat menaruh harapan kepada Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tebo, serta para wakil rakyat di DPRD agar persoalan jalan berlumpur di Dusun Penampuian, Desa Mangun Jayo Seberang, segera mendapat perhatian dan tindak lanjut yang jelas.

Terkait dengan persoalan jalan di desa Mangun Jayo, Pemkab Tebo dan Pemprov jangan menutup mata terhadap jalan yg jalan yang rusak. Hal itu merupakan akses ekonomi masyarakat setempat bahkan jalan itupun merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo yakni Kuamang Kuning.

"Jadi jika jalan tersebut rusak bukan hanya ekonomi saja yang terganggu tapi aktifitas lain masyarakat setempat juga terganggu seperti pendidikan," ujar Romy.(crew)

Type above and press Enter to search.