TfY7TSdpTpClTpW5Gpr8Gfr9

Lapor Pak Kapolres Tebo, Ratusan Rakit PETI Diduga Bebas Beroperasi di Desa Rantau Api

Aktifitas PETI di Sungai Batanghari di desa Rantau Api Kecamatan Tengah Ilir masih beroperasi dengan bebas. Kabarnya, ada ratusan Rakit PETI.(poto:dok/teboonline.id)

TEBOONLINE.ID — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau yang dikenal masyarakat dengan istilah dompeng diduga masih marak terjadi di Kabupaten Tebo. Bahkan, aktivitas tersebut disebut-sebut tetap berlangsung meski Pemerintah Kabupaten Tebo telah mengeluarkan Surat Edaran terkait larangan PETI.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan yakni Desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo. Berdasarkan informasi yang dihimpun Teboonline.id dari masyarakat setempat, aktivitas PETI diduga berlangsung di aliran Sungai Batanghari dengan jumlah yang disebut mencapai ratusan rakit.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, para pemodal aktivitas PETI tersebut diduga berasal dari berbagai pihak. Selain warga lokal Desa Rantau Api, terdapat pula pemodal yang disebut berasal dari luar desa.

Kondisi ini tentu menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, aktivitas PETI tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengancam ekosistem Sungai Batanghari yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat.

Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana aktivitas PETI dalam jumlah besar tersebut masih dapat berlangsung secara terbuka. Apakah keberadaan ratusan rakit tersebut tidak diketahui oleh pihak-pihak terkait, ataukah pengawasan di wilayah tersebut masih belum maksimal?

Sorotan terhadap aktivitas PETI di Desa Rantau Api juga mendapat perhatian dari pemerhati sosial dan lingkungan Kabupaten Tebo, Daud Tambunan.

Menurut Daud, persoalan PETI seharusnya menjadi perhatian bersama. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, terutama aparat penegak hukum dan pemerintah di tingkat wilayah, tidak membiarkan aktivitas pertambangan ilegal terus berlangsung.

“Mestinya, pemangku jabatan di sana harus bergandeng tangan memberantas PETI. Bukan malah berdiam diri seolah tidak tahu apa yang terjadi di sana,” ujar Daud.

Ia juga secara khusus meminta jajaran Polres Tebo segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi terkait maraknya aktivitas PETI di Desa Rantau Api.

“Kepada Kapolres Tebo, segera tindak aktivitas PETI di Desa Rantau Api karena jumlahnya ratusan rakit, seperti yang terjadi di Desa Teluk Langkap,” tegasnya.

Daud berharap aparat tidak hanya melakukan penertiban secara sesaat, tetapi juga menelusuri dugaan adanya pemodal yang berada di balik aktivitas PETI tersebut.

Sebab, jika benar terdapat ratusan rakit yang beroperasi di Sungai Batanghari, maka persoalannya bukan lagi hanya aktivitas masyarakat mencari penghasilan, melainkan sudah menjadi persoalan serius yang membutuhkan tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum.(crew)

Type above and press Enter to search.