![]() |
| Udara di Kabupaten Tebo diselimuti kabut asap sehingga cuaca tampak seperti gelap.(loto:supri/teboonline.id) |
TEBOONLINE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo telah merilis dari bulan Januari 2026 hingga Agustus ini, ada 78 Hektar lahan terbakar yang berhasil ditangani Satgas Karhutla Tebo.
Alhasil, dari peristiwa Karhutla di Kabupaten Tebo yang terus meluas dan terjadi ini, berdampak pada munculnya Kabut asap yang menyelimuti Bumi Seentak Galah Serengkuh Dahung ini.
Ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat Kabupaten Tebo khususnya penyakit Inspeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA, pun tidak bisa dielakan. Langkah dan antisipasi pihak Pemerintah juga belum terlihat paska Kabupaten Tebo mulai diselimuti kabut asap yang makin pekat khususnya terhadap anak - anak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Kabupaten Tebo, Haryadi melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Rahman Dwiyatma kepada Teboonline.id mengatakan bahwa Dinas DIKBUD Kabupaten Tebo akan mengambil langkah dan antisipasi dari dampak Kabut Asap Karhutla, menunggu hasil ISPU dari pihak terkait.
"Untuk himbauan pembelajaran Daring ke tiap sekolah karena dampak Kabut asap ini, kita (Disdikbud Tebo) menunggu hasil ISPU dari pihak terkait (Dinas LH - Hub Tebo,red)," ucap Rahman, Selasa (25/08/2026).
Terkait dengan beredarnya Surat Edaran Gubernur Jambi Alharis tentang himbauan belajar Daring kepada sekolah di Provinsi Jambi, ia menyebut bahwa SE tersebut adalah Hoax.
"Sayo tengok2 suratnyo ni agak aneh formatnyo bg, Biasonyo surat edaran gubernur dk kykgtu, Hoaks ini bang," pungkas Rahman.
Sementara itu, dikabarkan bahwa Alat pemantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo mengalami gangguan atau trouble pada parameter PM10, PM2,5, dan O3.(crew)
