TfY7TSdpTpClTpW5Gpr8Gfr9

Dinkes Tebo Sebut 13 SPPG di Tebo Miliki SLHS, Termasuk SPPG Yayasan Jambi Madani

Ilustrasi.

TEBOONLINE.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebelumnya menyampaikan bahwa sebanyak 504 dapur atau SPPG program MBG ditutup secara permanen setelah batas waktu pemenuhan kewajiban kepemilikan SLHS berakhir pada 10 Agustus 2026. 

Sementara itu, sebanyak 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tebo disebut telah beroperasi dan seluruhnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr. Riana Elizabeth saat dikonfirmasi mengenai status SLHS SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Tebo, Riana menyatakan seluruhnya telah memiliki sertifikat tersebut, Jum'at 14 Agustus 2026.

" Ada 13 SPPG yang sudah ber-operasi di kabupaten tebo dan 2 SPPG belum ber-operasi, dan semua sudah terbit SLHS-nya," tutupnya.

SLHS menjadi salah satu persyaratan penting dalam penyelenggaraan layanan pangan. Sertifikat ini berkaitan dengan pemenuhan standar higiene dan sanitasi untuk memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat aman serta layak dikonsumsi.

Selain 13 SPPG yang telah beroperasi, terdapat dua SPPG yang SLHS-nya telah terbit namun belum beroperasi, yakni SPPG Muara Tebo dan SPPG Pinang Belai (wilayah 3T).

Sejumlah lokasi SPPG tersebut tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Tebo. Di antaranya Kecamatan Rimbo Ulu yang meliputi Desa Damai Makmur, Suka Damai dan Sumber Sari, Kecamatan Rimbo Ilir di Giri Purno, serta Kecamatan Tebo Tengah di Sungai Alai.

Pemilik Yayasan Jambi Madani yang menaungi beberapa SPPG di Kabupaten Tebo, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk selalu mematuhi ketentuan yang berlaku dan menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

"SPPG di Rimbo bujang dan Rimbo ulu, di bawah yayasan Jambi Madani sejahtera sudah memiliki SLHS semua dan sudah kita dapat sebelum dapur beroperasi, karena sesuai ketentuannya," ujar Sugeng, Ketua Yayasan Jambi Madani pada Teboonline.id, Sabtu (14/08/2026).

Dalam keterangannya, Yayasan Jambi Madani selalu berkomitmen dan menjaga mutu makan hingga sampai kepada penerima manfaat hingga pengawasan dalam operasionalnya.

"Dan untuk menu di dapur, kami selalu ukur kadar gizinya, mulai dari protein, vitamin sesuai porsinya penerima manfaat. Beberapa menu dibedakan dari kelas PAUD sampai SD kelas 3 itu porsi kecil dan porsi besar mulai SD kelas 4 sampai SMA," tutupnya.

Program MBG di Kabupaten Tebo tidak hanya berjalan secara kuantitas, tetapi juga mampu menjamin makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat memenuhi standar keamanan, kebersihan dan kualitas gizi.

BGN, Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta para pengelola SPPG juga diharapkan memastikan pemenuhan SLHS tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Hal tersebut penting agar Program MBG di Kabupaten Tebo tidak hanya berjalan secara kuantitas, tetapi juga mampu menjamin makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kualitas gizi.(crew)

Type above and press Enter to search.