![]() |
| Ilustrasi. |
TEBOONLINE.ID - Rencana penerapan sistem Elektronik Parkir (e-Parkir) di Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dimana uji petiknya akan dilakukan pada Agustus mendatang, tampaknya tidak berjalan mulus.
Pasalnya, rencana yang diputuskan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo yang dilaksanakan oleh pihak Vendor atas nama PT Inovasion Brilian Sistem, mendapat penolakan keras oleh masyarakat Kecamatan Rimbo Bujang.
Puncak kekesalan masyarakat terhadap rencana sistem e-Parkir Pasar Sarinah paska rapat di kantor Camat Rimbo Bujang beberapa Minggu yang lalu, terjadi pada Kamis malam (16/07/2026) sekitar pukul 22.20 wib.
Masyarakat berkumpul dijalan lingkar belakang Pasar Sarinah dan sempat membongkar Pondasi yang akan dibangun Portal Loket e-Parkir yang posisinya dibuat ditengah jalan. Situasi pada malam itu pun sempat mencekam karena masyarakat akan membongkar Pondasi bangunan Loket e-Parkir lainnya, namun hal itu tidak terjadi karena dicegah oleh tokoh masyarakat setempat.
Salah satu warga Pasar Sarinah yang tak mau disebut namanya mengatakan bahwa jalan lingkar Pasar Sarinah saat ini sedang dibangun 4 titik loket e-Parkir yang nanti akan diportal untuk keluar masuk warga diantaranya di jalan utama masuk ke pasar Sarinah, depan potong rambut jalan lingkar belakang Pasar Sarinah menuju ke jalan 8, Simpang Jalan 6 dan jalan utama keluar Pasar Sarinah.
Warga ini menyebut bahwa jalan lingkar Pasar Sarinah merupakan akses vital satu - satunya masyarakat seperti masyarakat yang bertempat tinggal di Terminal lama, jalan Pattimura, jalan M Hatta dan Pondok ayah dan warga yang selama ini memang bertempat tinggal didalam Pasar Sarinah.
"Kalau ada sistem e-Parkir Pasar Sarinah maka nanti akan betul - betul mengganggu akses masyarakat, karena jalan lingkar Pasar Sarinah itu kan jalan utama masyarakat, setiap hari masyarakat yang tinggal dikawasan Pasar Sarinah atau warga yang sama bisa hampir tiap jam lalu lalang bawa kendaraan untuk aktivitas sehari - hari, masak mau bayar terus kalau keluar masuk Pasar Sarinah, mau habis berapa bayar parkir nanti sementara warga itu saja tinggal di pasar Sarinah, kan lucu jadinya," sebut warga ini.
Menurutnya, rencana penerapan sistem e-Parkir di Pasar Sarinah Rimbo Bujang dinilai kurang tepat. Karena, lokasi Pasar Sarinah berada dijalan yang masih ada kaitan dengan akses masyarakat luas dan tidak berada khusus dilokasi pasar. Kalau lokasi Pasar Sarinah tidak ada kaitan dengan jalan utama masyarakat, itu sah - sah saja, silahkan.
Sementara itu, warga jalan Pattimura yang tak mau disebut namanya pun mengaku bingung dengan adanya pekerjaan bangunan untuk Loket e-Parkir dan Portal disimpang jalan Pattimura.
"Setiap hari saya motong getah karet di desa Perintis, nanti kalau sudah jadi portal parkir disimpang jalan Pattimura, masak saya harus setiap hari juga lewat portal itu dan bayar parkir, tentu saya keberatan," ujar warga ini.(crew)
