![]() |
| Ilustrasi. |
TEBOONLINE.ID – Isu rencana aksi demonstrasi terhadap Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tebo, mulai mencuat di tengah masyarakat. Munculnya wacana aksi tersebut dinilai menjadi sinyal kuat adanya penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat oleh pengurus BAZNAS Tebo.
Sejumlah elemen masyarakat dan aktivis di Kabupaten Tebo disebut-sebut tengah mengkaji kemungkinan turun ke jalan pada 8 April 2026 mendatang sebagai bentuk protes terhadap dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana zakat, khususnya yang bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Isu ini berkembang seiring beredarnya berbagai informasi di tengah masyarakat yang mempertanyakan akuntabilitas serta keterbukaan pihak BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat. Wacana aksi demo tersebut pun sudah cukup memantik perhatian publik.
Hafizan Romy Faisal, salah satu Pegiat Anti Korupsi Kabupaten Tebo yang getol menyoroti kebijakan publik ini menyampaikan bahwa aksi demonstrasi merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa tidak mendapatkan penjelasan yang memadai.
“Kalau memang pengelolaannya baik dan transparan, seharusnya tidak ada keresahan seperti ini. Masyarakat hanya ingin kejelasan tentang pengelolaan dana Zakat oleh BAZNAS Tebo,” ujarnya.
Romi juga menilai bahwa isu demonstrasi ini tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama dalam pengelolaan zakat.
“Begitu kepercayaan publik menurun, maka dampaknya akan luas, termasuk terhadap partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tebo, Amin Zubaedi saat dikonfirmasi Teboonline.id terkait hal itu belum bisa dihubungi. Saat Teboonline.id mengunjungi kediamannya di jalan Sultan Thaha Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, ia tidak berada ditempat. Dihubungi via WhatsApp pun tidak merespon.(crew)
