![]() |
| Kantor Satreskrim Polres Tebo.(poto:dok/teboonline.id) |
TEBOONLINE.ID - Penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Tebo terus mendalami dugaan pengalihan alur Sungai tanpa izin dilahan milik Setiardi alias Bagong yang terjadi di desa Sido Rukun Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
Setelah sebelumnya Kades Sido Rukun, Misran diperiksa sebagai saksi dugaan pengalihan alur Sungai di lahan milik Bagong, kini giliran pemeriksaan dilakukan terhadap Setiardi alias Bagong sebagai pemilik lahan. Bagong diperiksa oleh Penyidik di ruang Unit Tipidter Polres Tebo, pada Senin (02/03/2026).
Kapolres Tebo AKBP Triyanto melalui Kanit Tipidter, IPDA Nanda Yuman saat dikonfirmasi Teboonline.id membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil dan memeriksa Setiardi alias Bagong terkait dugaan pengalihan alur Sungai di desa Sido Rukun Kecamatan Rimbo Ulu.
"Untuk penyelidikan lebih lanjut, kita akan berkoordinasi dengan Dinas LH dan Perhubungan Kabupaten Tebo karena Dinas tersebut yang bisa melakukan penilaian tentang dampak yang ditimbulkan akibat perbuatan itu (Dugaan Pengalihan Alur Sungai,red)," terang Nanda.
Adanya Unit Tipidter Polres Tebo melakukan penyelidikan Dugaan pengalihan alur Sungai dilahan Bagong tanpa izin, berdasarkan surat perintah penyelidikan Nomor : SP.Lidik/72/II/RES.5/2026/Satreskrim, tanggal 11 Februari 2026.
Dalam surat perintah penyelidikan ini, Unit Tipidter Satreskrim Polres Tebo sedang melakukan penyelidikan Dugaan tindak pidana setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air dan nonkontruksi pada sumber air tanpa memperoleh izin dari Pemerintah pusat atau Pemerintah daerah.
Sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 huruf (a) UU Nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air sebagaimana telah dirubah pada pasal 53 UU RI Nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-undang.(crew)
