TEBOONLINE.ID – Drama Pilkades di desa Sepakat Bersatu Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo, mulai memanas. Calon Kepala Desa (Cakades) Tanuji harus menelan kenyataan pahit setelah berkas pendaftarannya dikembalikan oleh panitia karena dianggap belum memenuhi syarat administrasi.
Alasan pengembalian itu terbilang krusial, tidak adanya surat izin dari Bupati Tebo. Padahal, Tanuji diketahui masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memang diwajibkan mengantongi izin tersebut untuk bisa maju dalam kontestasi Pilkades.
Namun, di balik sikap legowonya, Tanuji menyampaikan sindiran yang cukup tajam. Ia menilai persoalan ini bukan semata kelalaian dirinya, melainkan juga cerminan belum jelasnya sikap dan ketegasan dari pihak pemerintah daerah.
“Saya terima keputusan panitia, ini aturan. Tapi jangan sampai aturan ini jadi penghambat karena lambannya proses atau tidak adanya kejelasan dari pihak yang berwenang dalam hal ini Bupati Tebo,” tegas Tanuji, Jumat (20/03/2026).
Lebih jauh, ia secara terbuka mengingatkan Bupati Tebo agar segera melakukan koreksi terhadap mekanisme pemberian izin bagi ASN yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala desa. Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merugikan hak politik ASN.
“ASN itu juga warga negara yang punya hak politik. Jangan sampai hak itu terhambat hanya karena sistem yang tidak responsif atau terkesan dibiarkan menggantung. Ini bukan hanya soal saya, tapi soal sistem. Jangan sampai ke depan ada lagi yang dirugikan karena ketidakjelasan seperti ini,” tegasnya.
Situasi ini pun menuai perhatian publik. Banyak pihak mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak politik ASN sekaligus memastikan proses Pilkades berjalan adil dan transparan.
Meski menerima keputusan tersebut dengan sikap legowo, Tanuji tidak menutupi adanya kekecewaan yang dirasakan oleh keluarga dan para pendukungnya. Mereka menilai lambannya atau tidak jelasnya sikap dari Bupati Tebo dalam memberikan izin kepada ASN menjadi penyebab utama terhambatnya langkah Tanuji dalam kontestasi Pilkades.
Kekecewaan itu bahkan sempat memicu reaksi dari para pendukung yang menginginkan adanya sikap tegas terhadap persoalan tersebut. Namun, Tanuji memilih meredam situasi dan mengajak semua pihak untuk tetap tenang.
“Saya paham kekecewaan keluarga dan pendukung. Tapi saya minta semua untuk menahan diri. Jangan sampai situasi ini justru merusak jalannya tahapan Pilkades,” pungkas Tanuji.(crew)
