TfY7TSdpTpClTpW5Gpr8Gfr9

Proyek Pengadaan Barang RSUD Sultan Thaha Syaifudin Tebo Tahun 2025, Diduga Molor Hingga Februari 2026


TEBOONLINE.ID
– Pelaksanaan proyek pengadaan barang tahun anggaran 2025 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Thaha Syaifudin Tebo kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, memasuki bulan Februari 2026, beberapa paket pengadaan yang bersumber dari APBD 2025 tersebut diduga belum tuntas dikerjakan, bahkan beberapa di antaranya masih tertahan pada tahapan administrasi kontrak.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 259 paket pengadaan dengan pagu anggaran mencapai Rp 24.820.694.838. Pengadaan ini dilakukan melalui sistem E-Katalog 5.0, namun realisasinya di lapangan dinilai lamban dan melewati tahun anggaran yang seharusnya.


Proses Kontrak PPK Jadi Kendala Utama

Hingga saat ini, sejumlah proyek bernilai Miliaran Rupiah diketahui masih berstatus Proses Kontrak PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas perencanaan dan pengawasan di lingkungan RSUD Sultan Thaha Syaifudin.

Berikut adalah beberapa paket pengadaan sistem E-Katalog yang menjadi sorotan karena diduga molor:

1. Pengadaan Barang Sistem Kamera - Laparoskopi Rp 2.204.309.379, kode RUP 55902018 Tahun 2025 E-Katalog 5.0 APBD oleh PT.B.BRAUN MEDICAL INDONESIA masih PROSES KONTRAK PPK.

2. Pengadaan Barang Pelaksana PPK Rp 1.208.550.000,kode RUP 54143090 Tahun 2025 E-Katalog 5.0 APBD oleh GARDA KOSONG LIMA masih PROSES KONTRAK PPK.

3. Pengadaan Barang Carescape R860 Discovery Rp 1.844.000.000, kode RUP 55902015 Tahun 2025 E-Katalog 5.0 APBD oleh GE OPERATIONS INDONESIA masih PROSES KONTRAK PPK.

4. Pengadaan Barang MEGAL Electric Bed 4 Motor with Scale, MOSHA, MA03-04 + MAM-06 + MABC-02 + MAOB-02 Rp 293.000.000, kode RUP 55902015 Tahun 2025 E-Katalog 5.0 APBD oleh PT. Megah Alkesindo masih PROSES KONTRAK PPK.


Dampak Terhadap Layanan Kesehatan

Keterlambatan ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada optimalisasi layanan kesehatan di RSUD Sultan Thaha Syaifudin. Alat-alat medis canggih seperti sistem kamera laparoskopi dan unit Carescape R860 Discovery seharusnya sudah dapat dioperasikan untuk melayani masyarakat Tebo sejak akhir tahun lalu.

Direktur RSUD Sultan Thaha Syaifudin, dr. Oktavienni, saat dikonfirmasi tentang dugaan keterlambatan proses kontrak yang melampaui tahun anggaran tersebut melalui pesan Whatsapp, ia menjawab sudah selesai semua, PPK tinggal Upload ke system.

Saat ditanya kapan waktu penyelesaiannya dan apakah pengadaan Barangnya sudah diterima oleh pihak RSUD STS Tebo, DIrektur RSUD STS Tebo tidak merespon.

Sementara itu, Pegiat Anti Korupsi Kabupaten Tebo, Jay Saragih menegaskan bahwa seharusnya dengan sistem E-Katalog 5.0, proses pengadaan bisa lebih cepat dan transparan.

“Jika hingga Februari 2026 masih dalam proses kontrak, ini merupakan preseden buruk bagi manajemen pengadaan barang dan jasa di daerah," ujar Jay Saragih yang mengamati progres pembangunan di Kabupaten Tebo.(crew)

Type above and press Enter to search.