![]() |
| Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Tebo bekerjasama dengan Agen Gas Melon menggelar Operasi Pasar.(poto:supri/teboonline.id) |
TEBOONLINE.ID – Pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tebo, tengah berupaya mengajukan penambahan kuota Gas Elpiji subsisi 3 Kg ke Pertamina Jambi. Belum dikabulkan pengajuan tersebut, ternyata saat ini ada pengurangan kuota Gas Melon untuk Kabupaten Tebo.
Mengapa itu bisa terjadi,
Direktur Utama PT Rimba Jaya Rahayu Lesatari, Agen Gas Melon Kabupaten Tebo, Pitono
membeberkan bahwa paska pihak Pertamina melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pangkalan
Gas Elpiji 3 Kg di Kecamatan Tebo Tengah terkait adanya kelangkaan dan
tingginya harga Gas Melon di Kabupaten Tebo, Pangkalan yang disidak tersebut akhirnya
mendapatkan sanksi dari pihak Pertamina.
“Kan ada 3 Pangkalan Gas
Melon yang disidak Pertamina di Tebo Tengah, 3 Pangkalan itu kena sanksi berupa
penundaan Suplay Gas Melon selama satu bulan,” ungkap Pitono pada
Teboonline.id, Kamis (19/02/2026).
Karena ada sanksi Pertamina
penundaan Suplay Gas ke 3 Pangkalan lanjut Pitono, tentunya secara otomatis
berpengaruh terhadap kuota Suplay Gas yang setiap bulannya masuk ke Kabupaten
Tebo. Kuota untuk Kabupaten Tebo menjadi berkurang, padahal, sebelum ada
penundaan Suplay ke 3 Pangkalan, Kabupaten Tebo saja masih kekurangan dan sedang
mengajukan penambahan kuota.
“Kalau 3 Pangkalan
ditunda suplaynya dari Pertamina, ada ribuan Tabung Gas berkurang yang masuk ke
Kabupaten Tebo dan berpotensi terjadinya kelangkaan Gas Melon didaerah itu, ya mudah – mudahan nanti bisa pulih Kembali suplay Gas Melon ke
Kabupaten Tebo,” ucap Pitono sambil mengatakan bahwa pihaknya sebagai Agen, ketat
melakukan pengawasan terhadap Pangkalan dibawahnya.(crew)
