TfY7TSdpTpClTpW5Gpr8Gfr9

Kepala SMPN 1 Tebo, Terkesan Lindungi Siswi Diduga Pelaku Penusukan Terhadap Siswa

Siswa SMPN 1 Kabupaten Tebo berinisial G, korban penusukan yang dilakukan oleh teman Kelasnya.(poto:supri/teboonline.id

TEBOONLINE.ID - Salah seorang siswa SMPN 1 Kabupaten Tebo berinisial G, menjadi korban penusukan sesama teman kelasnya. Pelaku diduga merupakan seorang siswi berinisial F dan terjadi pada hari Selasa, 30 September 2025.

Pada saat itu, korban dan pelaku sama - sama duduk dikelas 8.5. Kejadian bermula pada saat selesai pelajaran sekolah atau sesaat sebelum siswa pulang sekitar pukul 13.48 wib. 

Keduanya pada saat berada didalam kelas, terjadi cekcok mulut yang berujung dengan ejek - ejekan dan saling lempar Sapu. Setelah itu, korban hendak keluar dari kelas 8.5, tiba - tiba datang diduga pelaku dari arah belakang sambil menusukan Kunci Sepeda Motor Roda Dua Yamaha Aerox yang mengenai Pelipis kiri korban.

Atas kejadian itu, orang tua korban pun membuat laporan di Polres Tebo. Setelah kejadian tersebut, kedua orang tua siswa dipertemukan di Ruang BK SMPN 1 Kabupaten Tebo oleh pihak sekolah yang dihadiri oleh Waka Kepsek, Wali Kelas 8.5, Guru BK dan KBO Sat Reskrim Polres Tebo beserta Tim INAFIS.

Hasil dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat berdamai dan salah satu kesepakatannya adalah kedua siswa tersebut harus keluar dari Kelas 8,5. 

Namun, kesepakatan tersebut tidak diindahkan oleh pihak sekolah. Yang keluar dari Kelas hanya korban G saja, sementara pelaku G sampai saat ini masih berada di Kelas 8,5.

Atas kejadian ini, Kepala SMPN 1 Kabupaten Tebo seolah - olah melindungi pelaku penusukan yang seharusnya pelaku ini dikeluarkan dari Kelas 8,5 sesuai kesepakatan atau pelaku dikeluarkan dari Sekolah karena dalam aturan sekolah, jika sudah mengancam nyawa seseorang dan dengan melakukan kekerasan yang cukup berat, pelakunya harus dikeluarkan dari sekolah.

Amelia Nova, Kepala SMPN 1 Kabupaten Tebo saat dikonfirmasi terkait dugaan dirinya melindungi pelaku penusukan siswa di SMPN 1 Kabupaten Tebo via WhatsApp, sampai berita ini diturunkan, tidak direspon.

Sementara itu, Pemerhati Lingkungan dan Sosial, Shahril RA Permata angkat bicara terkait insiden penusukan siswi terhadap siswa di SMPN 1 Kabupaten Tebo. Shahril menilai bahwa sikap seorang Kepala Sekolah harus tegas dengan langsung mengeluarkan pelaku dari sekolah karena kalau sudah ada perilaku berani melakukan penusukan, itu sudah murni kriminal pada usia dini dan melanggar peraturan sekolah.

"Apapun jenis kelaminnya kalau sudah membahayakan nyawa manusia di sekolah, harus diberi sanksi tegas berupa dikeluarkan dari sekolah, kalau di SMPN 1 Kabupaten Tebo ini, sanksi yang sudah disepakati saja tidak dijalankan, apalagi dikeluarkan dari sekolah," cetus Shahril.(crew)


Type above and press Enter to search.