![]() |
| Tenaga honorer R4 Tenaga Kesehatan dan Guru saat lakukan aksi demo di DPRD Kabupaten Tebo menuntut nasib mereka.(poto:supri/teboonline.id) |
TEBOONLINE.ID - Perjuangan Komisi I DPRD Kabupaten Tebo Provinsi Jambi terhadap 410 tenaga honorer agar diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu Kategori R4, rupanya tak sia - sia paska mereka berkonsultasi dengan pihak KemenPAN-RB dan BKN (Badan Kepegawaian Negara).
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tebo, Yuzeb Herman membeberkan bahwa KemenPAN-RB dan BKN memberikan peluang terkait pengangkatan tenaga honorer R4 Kabupaten Tebo menjadi PPPK Paruh Waktu. Namun, itu semua kembali kepada persiapan daerah dalam hal ini Pemda Tebo.
"Legislatif (DPRD Kabupaten Tebo,red) dan Exekutif (Bupati Tebo,red) adalah mitra, maka dari itu perlu kerja sama untuk membahas tentang persoalan Honorer R4. Karena kalau dibiarkan saja maka ini akan menjadi gejolak ke depannya,* ujar Yuzeb pada Teboonline.id, Kamis (25/09/2025).
Untuk harapan kapan terealisasi pengangkatan tenaga Honorer R4 menjadi PPPK Paruh Waktu, Yuzeb menyebutkan bahwa untuk mengangkat Honorer R4 menjadi PPPK Paruh Waktu, Pemda Tebo perlu menganggarkan Rp 5 Miliar. Sementara, untuk menyiapkan Rp 5 M itu pada tahun 2025 ini sudah tidak bisa lagi.
"Kemungkinan besar, Pemda Tebo baru bisa menganggarkan Rp 5 M untuk Gaji PPPK Paruh Waktu Kategori R4 itu tahun 2026, jadi yang R4 ini untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, itu tahun depan," jelas Yuzeb.
Diketahui, total dari 410 orang tersebut terdiri dari 200 Nakes, 153 Guru, 30 petugas Kebersihan Dinas LH dan tenaga administrasi sebanyak 27 orang.(crew)
