Sunday, 1 January 2023


TEBOONLINE.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo mencatat bahwa angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tebo pada dua tahun terakhir yaitu tahun 2021 dan 2022, mengalami kenaikan. Artinya, warga di Kabupaten Tebo yang terjangkit penyakit seksual menular dan mematikan ini, semakin bertambah saja.

Seperti yang dilansir Radarjambi, dari tahun 2021 hingga tahun 2022 ditemukan 38 kasus HIV/AIDS dan angka tersebut cukup memperihatinkan terhadap Kabupaten yang sedang berkembang ini. Data kasus HIV/AIDS ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dr.Riana Elizabeth melalui Ari Setiawan, MKM Kabid P2P Dinkes dan KB Tebo.

"Ditahun 2021 dilaporkan ditemukan kasus HIV/AIDS sebanyak 31 kasus, ditahun 2022 ada penambahan sebanyak 7 kasus, jadi total dari tahun 2021 sampai 2022 dilaporkan ada 38 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tebo,"jelas Ari Setiawan saat dikonfirmasi Rabu (07/12/2022) sambil menyebut bahwa  meninggal 1 orang dan kasus hidup ada 37 kasus.

"Dengan rincian Untuk jumlah pasien rujuk keluar sebanyak 8 kasus dan gagal follow up sebanyak 8 kasus, dan jumlah pasien diobati sebanyak 21 kasus sekarang ini,"sebutnya lagi.

Ari juga menerangkan langkah yang sudah diambil oleh Dinkes & KB Kabupaten Tebo antara lain melakukan Pemeriksaan skrining pada Populasi kunci beresiko, antara lain Ibu Hamil, Warga Binaan Pemasyarakatan, Pasien TB Paru, VCT Mobile pada Wanita Pekerja Seks.

"Namun ada Kelompok yang berisiko yang susah dilakukan pemeriksaan antara lain Kelompok Penasun (Pengguna Jarum Suntik), Kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki), Kelompok Waria,"jelasnya lebih lanjut.

Ketika ditanyakan kepadanya apa penyebab seseorang terkena HIV/AIDS, dijelaskannya bahwa seseorang bisa beresiko tertular karena tertular dari orang sudah terinfeksi HIV/AIDS antara lain dari Darah, cairan vagina, air mani dan air susu ibu seseorang yang terinfeksi HIV mengandung virus yang cukup untuk menularkan orang lain.

"Sebagian besar orang tertular HIV melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV, penggunaan jarum suntik bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV kelahiran oleh ibu yang terinfeksi, atau disusui oleh perempuan yang terinfeksi HIV

Dulu ada yang tertular HIV melalui transfusi darah yang mengandung HIV (diambil dari seorang yang terinfeksi HIV), tetapi sekarang darah PMI diskrining secara sangat hati-hati, dan risikonya sangat rendah,"bebernya lebih lanjut.

Namun dikatakannya belum ada kasus HIV ditularkan melalui air mata atau air ludah. Namun HIV bisa menular melalui seks oral (hubungan seks dengan mulut), bahkan dengan ciuman dalam.

"Penularan melalui ciuman dalam sangat jarang terjadi, kecuali jika ada luka berat pada mulut, atau gusi berdarah," tutupnya.(crew)