Wednesday, 23 October 2019

Poto atas, Iwan Perdana. 
TEBOONLINE.ID - Kekerasan dan intimidasi yang menimpa Wartawan saat dalam menjalankan tugas Jurnalistiknya, terjadi di Kabupaten Tebo provinsi Jambi. Kali ini, tindakan intimidasi tersebut diterima oleh Iwan Perdana, Wartawan surat kabar Indo Publik biro Kabupaten Tebo.

Menurut informasi, pada Rabu (23/10/2019) sore sekitar pukul 17.00 Wib, Iwan Perdana melakukan investigasi yang merupakan bagian dari tugas Jurnalistiknya ke salah satu Sowmil Kayu di Kecamatan Vll Koto bersama salah seorang rekannya dengan mengendarai Mobil Avanza berwarna hitam.

Saat berada didalam kawasan Sowmil Kayu, Iwan Perdana melihat tumpukan kayu balok didalam kebun sawit yang tak jauh dari Sowmil Kayu tersebut dan menjadikannya dokumen dengan cara memfoto dengan Kamera DSLR miliknya.

Namun, saat Iwan Perdana melakukan tugas Jurnalistiknya di Sowmil Kayu tersebut, ia ditanya oleh seseorang yang tak dikenal dan berujung mendapatkan aksi kekerasan dan intimidasi dan akhirnya Iwan Perdana disandera oleh warga yang jumlahnya ratusan orang.

"Dari Sowmil Kayu itu saya dibawa oleh ratusan orang ke kantor desa, saya ditanya - tanya dan disana ada Sekdes, jawaban saya ya saya ke Sowmil Kayu melakukan tugas Jurnalistik dengan benar, saya tidak salah.
Tugas saya ini benar karena disana ada kegiatan Sowmil Kayu, mungkin mereka yang salah makanya saya diprotes," kata Iwan Perdana ketika dikonfirmasi Teboonline.id mengaku sedang dalam perjalanan ke rumah sepulang dari Tempat Kejadian.

Pada saat itu pula, warga meminta agar Iwan Perdana menghapus poto - poto tumpukan Kayu Balok yang berada didalam HP dan Kamera serta Iwan Perdana pun diminta untuk mengeluarkan kartu tanda pengenal.

Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya sempat disandera warga selama 2 jam dari waktu kejadian yakni pukul 17.00 wib dan kurang lebih sekitar pukul 19.00 wib ia dijemput oleh pihak Polsek VII Koto yang langsung dipimpin oleh Kapolsek VII Koto, IPTU Sugeng.

"Saya bisa keluar dari tengah - tengah ratusan orang itu karena saya dijemput oleh Pak Kapolsek Sugeng dan saya dibawa ke Mapolsek, setelah itu saya pulang," kata pria yang berkumis tipis ini.

Terkait tindakan kekerasan apa yang dialaminya, Iwan Perdana pun menyebutkan bahwa ia kehilangan satu unit Kamera yang ia simpan didalam mobil. 4 ban mobilnya pun Kempes karena tak luput dari aksi warga tersebut.

"Kancing baju saya lepas satu dan mobil saya yang bawa itu Polisi dari lokasi ke Mapolsek. Kerusakan yang terjadi di mobil adalah tangkai kancing pintu depan belakang sebelah kiri," pungkas Iwan Perdana.

Sementara itu, Kapolsek VII Koto IPTU Sugeng saat dikonfirmasi terkait hal itu via HP, belum bisa dihubungi. (crew)