Thursday, 12 September 2019

Salah satu galian Pipa PDAM yang terkesan Amburadul. 
TEBOONLINE.ID - Tahun 2019 ini, Kabupaten Tebo mendapatkan alokasi bantuan pusat program sambungan baru murah air bersih dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang nilainya kurang lebih Rp 3 Miliar.

Proyek MBR ini, tersebar di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, Cermian Alam, Pulau Temiang, Koto Jayo dan Muara Tabir.

Saat ini, proyek MBR Miliaran yang dikerjakan sendiri oleh pihak PDAM Tirta Muaro, sedang dalam tahap pekerjaan seperti penggalian lubang untuk jaringan Pipa MBR dan pemasangan jaringan dari rumah ke rumah.

Namun, pekerjaan proyek MBR PDAM Tirta Muaro ini sangat disayangkan oleh masyarakat. Pasalnya, pekerjaannya terkesan Amburadul dan tidak memperhatikan aspek keamanan Pipa. Seperti pembuatan galian lubang jaringan atau Pipa PDAM yang tidak memenuhi standar.

Pantauan Teboonline.id dilapangan menyebutkan, pembuatan galian Pipa kedalamannya hanya sekitar 20 cm atau dangkal dan pada saat pemasangan Pipa, pada bagian dasar lubang galian atau tepatnya dibawah Pipa, tidak menggunakan pasir untuk bantalan Pipa.

Mestinya, dengan ukuran Pipa MBR 2 atau 3 Inchi yang dipasang tersebut, ideal kedalamannya adalah sekitar 60 sampai 70 cm dan sebelum pemasangan Pipa, lubang galian tersebut terlebih dahulu diberi Pasir untuk bantalan Pipa sehingga keamanan jaringan Pipa tersebut dapat terjaga.

"Yang kerja buat galian Pipa PDAM ini basing - basing aja, kurang dalam lubangnya. Karena kurang dalam, kalau diatas jaringannya yang melintas didepan rumah warga nanti dilewati Mobil, Pipanya bisa pecah, kan mubazir jadinya," sebut Usman, salah satu warga Rimbo Bujang pada Teboonline.id, Kamis (12/09/2019) yang melihat langsung pekerjaan pembuatan galian Pipa MBR.

Sementara itu, Kepala PDAM Unit Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, Andi saat dihubungi via HP untuk konfirmasi, Ponselnya tidak aktif. (crew)