KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT BROSUR LENGKAP

Tuesday, 6 August 2019

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.ID - Kepala BPBD Kabupaten Tebo melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Antoni Faksi dalam konfirmasinya menerangkan bahwa bulan Juli adalah puncak ditemukannya Hot Spot dengan jumlah mencapai kurang lebih 30 titik api.

Pasalnya, berdasarkan pantauan Satelit NOAA BMKG, titik api terbanyak terpantau pada bulan Juli. Pada Januari hingga April terpantau nihil, dan Mei mulai terpantau hingga Juli dan Agustus ini terpantau antara 28 hingga 30 titik api.

Ditanya dimana saja titik api tersebar, Antoni Faksi menyebut titik api tersebut tersebar di beberapa Kecamatan seperti VII Koto, VII Koto Ilir dan Sumay yang terpantau paling banyak dan terakhir adalah Tebo Tengah.

Kabid ini pun menyebut bahwa diantara titik api yang terpantau Satelit NOAA berada didalam konsesi perusahaan. Mungkin saja titik api tersebut imbas dari para petani yang mengolah lahan. Namun, pihak BPBD dan pihak perusahaan bersama Satgas Karhutla terus melakukan antisipasi dan pencegahan terhadap Karhutla tersebut.

"Untuk Satgas Karhutla guna menangani Karhutla, kita dirikan Posko hampir ditiap Kecamatan yang berpotensi terjadinya titik api," sebut Antoni Faksi saat dikonfirmasi Teboonline.id, Selasa (06/08/2019).

Sementara itu, Manajer PT LAJ Widiyarsono dikonfirmasi Teboonline.id terkait adanya titik api di Konsesi PT LAJ, membenarkan.

Widiyarsono pun menegaskan bahwa pihaknya bersama Satbinmas Polres Tebo dan Satgas Karhutla terus memonitoring titik api yang ada dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara memasang papan himbauan dan tersebar di konsesi. (crew)