KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT BROSUR LENGKAP

Wednesday, 3 April 2019

Makam Temenggung Garang di desa Melako Intan. Konon ceritanya, ia adalah pendekar sakti. 
TEBOONLINE.ID - Pengamat dan penggali peninggalan sejarah di Kabupaten Tebo M.Husni Yusuf, kali ini menelusuri sejarah petilasan sebuah Makam Keramat tua yang berusia ratusan tahun yaitu "Makam Pendekar Sakti Temenggung Garang" yang terletak ditepi Sungai Batang Hari Bukit Tempurung Dusun Batu Malau Desa Malako Intan Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, provinsi Jambi.

Konon menurut cerita rakyat, ratusan tahun yang silam dimasa hidupnya Temenggung Garang atau dikenal Gung Garang merupakan Sosok Pendekar Sakti mandra guna yang selalu hadir membela kebenaran dan selalu membela orang yang lemah dan tertindas.

Diantaranya kesaktian yang dimiliki Gung Garang bisa menundukkan semua Binatang buas dan bahkan Harimau pun menjadi tunggangan Gung Garang saat bepergian, selain itu Gung Garang raganya kebal tidak mempan dengan  Senjata tajam dan sejenisnya.

M.Husni Yusuf Pengamat dan Penggali Petilasan Sejarah di Kabupaten Tebo kepada Teboonline.id menuturkan, bahwa Petilasan Makam Keramat tua berusia ratusan tahun "Makam Pendekar Sakti Temenggung Garang" di Desa Malako Intan Tebo Ulu tak pernah sunyi dari peziarah dan apalagi pada bulan tertentu Makam ini ramai oleh pengunjung.

"Makam Temenggung Garang, perlu dirawat dan dilestarikan untuk dijadikan Icont dan Cagar budaya Malako Intan Tebo Ulu, perlu dibangun jalan yang memadai Menuju Makam dan Areal makam perlu dipugar dan dirawat," tutur M.Husni Yusup, Rabu (03/04/2019).

Sementara, Pjs Kades Malako Intan Sumardi dikonfirmasi mengatakan, pihaknya membenarkan keberadaan Makam tua Temenggung Garang di Bukit Tempurung sering dikunjungi oleh peziarah yang datang dari Tebo dan sekitarnya.

"Peziarah datang ke Makam ini membacakan Yasin untuk doa arwah dan ada juga karena nazarnya dikabulkan, usai berziarah mereka bersedekah kepada orang kurang mampu. Kita bersama elemen masyarakat, tentunya tetap melakukan perawatan Makam ini," ungkap Pjs Kades Sumardi. (byu/hus)