Tuesday, 16 April 2019

Kepala Puskesmas Rimbo Bujang IX Noralisa memperlihatkan PFR. 
TEBOONLINE.ID - Berdasarkan hasil pendataan keluarga sehat pada tahun 2018, merokok menjadi urutan masalah terbesar nomor 2 setelah kepesertaan JKN di Puskesmas Rimbo Bujang IX.

Untuk melakukan evaluasi tersebut, Kepala Puskesmas Rimbo Bujang IX Noralisa,M.KM bekerjasama dengan lintas sektor Kecamatan melakukan kegiatan upaya berhenti merokok dan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat PEAK FLOW METER (PFR) pada Senin lalu (15/04/2019).


Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kecepatan laju aliran udara dalam paru-paru. Sasarannya adalah perokok aktif dan perokok pasif yang ada di wilayah kerja kecamatan Rimbo Ulu yang pada saat ini adalah para peserta apel gabungan yang berjumlah sekitar 35 orang yaitu terdiri dari  kepala desa, sektor kecamatan, dan masyarakat sekitar kecamatan Rimbo Ulu.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Camat Rimbo Ulu Sugiyarto beserta ketua PKK Kecamatan Rimbo Ulu Puji Sugiyarto turut antusias melakukan pemeriksaan dengan alat PFR ini.

"Saya sangat berharap kepada Ibu kepala Puskesmas Rimbo Bujang IX untuk melakukan kegiatan ini secara continue agar masyarakat Rimbo Ulu khususnya bisa terpantau dengan baik kesehatannya apalagi hampir semua masyarakat masih banyak yang merokok dan yang tidak merokok pun secara tidak lansung juga terpapar asap rokok yang sangat berbahaya bagi tubuh," sebut Camat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rimbo Bujang IX Noralisa M.KM menjelaskan Sebelum melakukan pengukuran dengan PRF, semua peserta dilakukan pemeriksaan TB, BB dan pemeriksaan Tekanan darah dan diberikan sosialisasi terlebih dahulu oleh dokter PTM puskesmas yaitu dr. Asti prasumma.

Itu dilakukan untuk mengukur jumlah aliran udara yang ada di paru - paru dengan cara saat pengguna menarik nafas penuh, kemudian mengeluarkannya dengan hembusan nafas yang paling kuat.
Supaya uji tes ini menjadi lebih akurat maka si pengguna harus uji coba minimal berulang 3 kali lipat dengan persyaratan mereka harus mengulangnya dalam kelajuan yang sama.

Noralisa juga menambahkan untuk semua peserta apel ikut membantu memberikan informasi kegiatan ini kepada masyarakat atau kerabat terdekat bahwa di Puskesmas Rimbo Bujang IX sudah memiliki poli pelayanan UPAYA BERHENTI MEROKOK dan bisa melakukan pemeriksaan dengan alat PFR, karena Pengukuran dengan PFR ini sangat membantu menentukan apakah jalan nafas terbuka atau tertutup.

"Tingkat aliran puncak ini menunjukkan angka dalam skala meningkat jika asma pada penderita semakin memburuk. Dan PRF akan menghasilkan angka dalam skala naik jika penanganannya tepat dan jalan nafas menjadi terbuka" kata Kak Oya sapaannya.


PFR ini juga sangat membantu untuk mencari tahu jalan nafas si pengguna. Jika ditemukan penderita dengan riwayat asma dapat dilakukan penanganan asma lebih awal sebelum lebih memburuk.

"Alat ini juga membantu mengatasi pemicu atau penyebab asma pada penderita, sehingga dapat membantu sekali," ujar kepala Puskesmas Rimbo Bujang IX Noralisa. M.KM. (crew)