KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT BROSUR LENGKAP

Wednesday, 27 March 2019

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.ID - Menurut sejumlah pengamat politik di Kabupaten Tebo, Pemilu serentak Pileg dan Pilpres 2019 berpotensi banyak Caleg mengalami gangguan Stres akibat kalah dalam berkompetisi perolehan Suara terbanyak dan akibatnya gagal untuk duduk di Lembaga Legislatif.

Pertama, gangguan jiwa tampak dengan gejala atau positif dengan ciri mudah marah, memaki, merusak, mengancam, bahkan mencari kesalahan orang lain.

Ciri kedua, biasanya ditandai dengan mengasingkan diri dari orang lain,  menjadi pendiam, merasa sendiri, merasa tidak berharga hingga merasa malu.

Tanda ketiga, penderita bicara sendiri, untuk pemulihan Caleg Stres biasanya dibutuhkan waktu hingga sebulan lebih dalam perawatan medis hingga terapi.

Sumber di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Jambi dikonfirmasi teboonline.id menuturkan, pihaknya sudah siap nantinya menampung pasien Caleg Stres yang mengalami gangguan secara kejiwaan.

"Benar pak, RSJD Provinsi Jambi sudah mempersiapkan segala sesuatunya seperti penambahan tempat tidur dan mempersiapkan tenaga medisnya untuk menampung pasien Caleg Stres pada Pemilu 2019," ungkap sumber, Rabu (27/03/2019).

Sementara itu, pengamat Politik Tebo Sugiono dikonfirmasi mengatakan, menurutnya para Caleg yang akan berkompetisi diajang Pileg 2019 harus benar - benar sudah menempa diri dan siap menerima konsekwensinya termasuk harus legowo bila menerima kekalahan atau kegagalan. 

"Dengan kesiapan dan menempa mental yang kuat, sehingga para Caleg nantinya yang gagal melenggang menuju parlemen akan tegar dan tidak terjadi depresi dan Setres," pungkas Sugiono. (byu/man)