Sunday, 10 March 2019

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.ID - Sungguh malang nasib Hafis (4) seorang bocah Warga Desa Paseban Kecamatan Vll Koto ilir Kabupaten Tebo Propinsi Jambi, tewas didalam sumur yang berada di area persawahan milik orang tuanya, Sabtu (09/03/2019).

Diketahui, korban sebelumnya bersama orang tuanya pergi ke sawah untuk merawat tanaman padi di sawah. Pada saat itu, tiba - tiba korban tercebur di dalam sumur yang berada di samping pondok yang berada diarea persawahan tersebut.

Kades Paseban Tarmizi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada bocan tewas di dalam sumur yang berada di area persawahan saat  mengikuti orang tuanya.

"Benar warga kita yang bernama Hafis (4) tewas di dalam sumur, korban diketahui bersama orang tuanya hendak memelihara padi sawah miliknya agar jangan dimakan musuh (Hama,red)," ungkap Kades.

Lanjut Kades lagi, informasi yang didapat dari keluarga korban, korban Hafis ini bersama orang tuanya pergi ke sawah untuk memelihara padinya agar jangan di makan musuh.

Setelah Korban bersama orang tuanya sampai di sawah, langsung duduk dan makan bersama orang tuanya didalam pondok yang berada di sawahnya tersebut.

"Setelah korban bersama orang tuanya duduk di pondoknya, orang tua korban pergi sebentar untuk mengusir burung yang hendak memakan padi miliknya yang tidak jauh dari pondok tersebut, sedangkan korban ditinggal sebentar oleh orang tuanya di pondok," cerita Kades Paseban.

Setelah orang tua korban selesai mengusir burung yang hendak memakan padi tersebut, orang tua korban langsung kembali menuju ke pondok tempat korban duduk tadi.

Setelah orang tua korban sampai di pondok tersebut, korban tidak ada didalam pondok. Korban pun dicari dan terlihat sudah didalam sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Akhirnya orang tua korban pun langsung meminta pertolongan ke warga sekitar dan warga lainnya pun berdatangan melihat kejadian tersebut dan korban langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas.

"Setelah diperiksa korban sudah tidak bernyawa lagi dan langsung di bawah ke rumah duka di Desa Paseban," tutup Tarmizi. (crew)