settia

KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT BROSUR LENGKAP

Wednesday, 16 January 2019

Yusran Caleg dari Partai Nasdem saat diklarifikasi Bawaslu Tebo karena ia tercatat masih bekerja sebagai tenaga kontrak di balai penyuluhan pertanian Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo. 
TEBOONLINE.ID -  Salah satu Caleg dari Partai Nasdem Yusran terpaksa harus berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tebo. Pasalnya, sampai kini ia belum mengundurkan diri dari tenaga kontrak di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo provinsi Jambi.

Padahal semestinya, sebelum ia memutuskan nyaleg, harus menanggalkan pekerjaannya terlebih dahulu. Yusran pun dicecar sejumlah pertanyaan oleh Bawaslu Tebo terkait pekerjaannya dan statusnya sebagai Caleg pada partai besutan Surya Paloh tersebut.

Ketua Bawaslu Tebo Faridatul Husni menyebut jika pemanggilan tersebut Masih sebatas klarifikasi dan dia (Yusran,red) membenarkan statusnya pegawai kontrak di balai penyuluhan pertanian tengah Ilir

"Akan kita teruskan pemanggilan yakni Kepala Dinas Pertanian, pasalnya SK belum kita dapat dan nanti tindak lanjutnya kita masukan dalam pelanggaran administrasi," kata Farida.

Yusran terancam sanksi jika tak mengundurkan diri dari pekerjaannya atau pencalonan dari legislatif.

"Sanksinya jika tak mengundurkan diri adalah nanti paling berat pemecatan dari pencalonan," kata Farida.

Yang bersangkutan bisa mengundurkan diri dari Parpol, namun di surat suara namanya tetap ada pasalnya sudah penetapan

"Bisa mengundurkan diri dari pencalonan dengan melengkapi persyaratan administrasi ke parpol yang diteruskan ke Baswalu," ujar Farida.

Larangan pencalonan legislatif terjadi jika yang bersangkutan bekerja dan mendapatkan gaji dari negara. Konsekwensinya tidak boleh melakukan pencalonan atau dihapus dari pencalonan.

"Ini sebenarnya pemahaman para caleg kurang terkait syarat yang harus dipenuhi, sedangkan KPU menerima rekomendasi dari Bawaslu terkait calon. Kita tidak mengetahui sebelumnya dan ini diketahui setelah ada laporan dari masyarakat," kata Farida. (crew)