settia settia

KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT BROSUR LENGKAP

Saturday, 26 January 2019

VIRAL video aksi pengeroyokan diduga pelajar SMPN 1 Tebo. 
TEBOONLINE.ID - Video diduga pelajar SMPN 1 Tebo terlibat pengeroyokan terhadap salah seorang temannya, viral dan beredar dimasyarakat.

Video yang berdurasi 17 detik, memperlihatkan dua orang pelajar yang sedang cek cok mulut berdiri saling berhadapan. Tidak tahu siapa nama kedua pelajar tersebut.

Pelajar yang satu hanya memakai celana sekolah panjang berwarna biru tanpa memakai baju dan pelajar satu lagi memakai kaos warna kuning dengan menggendong tas dibelakang dan memakai celana panjang sekolah warna biru.

Sementara, disekelilingnya tampak beberapa orang pelajar dengan seragam lengkap sekolah biru putih dan beberapa motor.

Saat kedua pelajar tersebut terlibat cek cok, tiba - tiba pelajar yang tak memakai baju tampak mendorong bagian dada pelajar yang memakai baju kuning.

Tidak hanya mendorong, pelajar tersebut juga langsung menampar dan meninju wajah pelajar berbaju kuning tersebut. Anehnya, beberapa pelajar yang ada dilokasi, juga ikut memukul dan menerjang pelajar berbaju kuning hingga jatuh tersungkur ditanah.

Meskipun sudah terbaring ditanah, pelajar - pelajar tersebut bukannya berhenti mengeroyok, tapi malah menginjak - injak kepala dan wajah pelajar baju kuning.

Menurut informasi yang diperoleh Teboonline.id, video aksi pengeroyokan diruang terbuka tersebut terjadi pada hari Senin kemarin (21/01/2019). Semua pelajar yang ada dalam video tersebut adalah satu sekolah.


Dugaan bahwa didalam video aksi pengeroyokan tersebut adalah pelajar SMPN 1 Tebo karena beberapa pelajar mengenakan seragam olahraga atau Trining warna hitam berlis merah dan pada samping celana terlihat tulisan SMPN 1 Tebo.

Terkait viral video tersebut, Teboonline.id mencoba konfirmasi Kabid Dikdas Dinas Dikbud Tebo Khairul Akmal. Melalui WA, Teboonline.id bertanya tentang kebenaran seragam olahraga yang diduga seragam SMPN 1 Tebo, namun belum ada respon.

Sementara, Herman salah seorang warga sangat menyayangkan jika dalam video yang viral tersebut benar. "Pihak sekolah harus secepatnya melakukan tindakan terhadap pelajarnya, jangan dikasih ampun, masih anak - anak sudah main preman - premanan," tegas Herman, Sabtu (26/01/2019). (crew)